Redefinisi Mahasiswa

berbicara tentang mahasiswa, hal pertama yang harus kita kritisi dan pertanyakan kembali adalah “benarkah kita ini mahasiswa? jika iya, dimanakah eksistensi kita sebagai seorang mahasiswa? atau bahkan kita tidak mengetahui arti dari mahasiswa itu sendiri?”. betapa naifnya kita, apabila tidak mengenal diri kita sendiri.

menurut UU RI No. 20 tahun 2003 tentang sisdiknas Bab VI bagian ke empat pasal 19 bahwa sanya “mahasiswa” itu sebenarnya hanya sebutan akademis untuk siswa/murid yang sampai pada jenjang pendidikan tertentu dalam masa pembelajarannya. sedangkan secara harfiah, “mahasiswa” terdiri dri dua kata yaitu, “maha” yang bearti tinggi dan “siswa” yang berarti subjek pembelajar, jadi dari segi bahasa “mahasiswa” diartikan sebagai pelajar yang tinggi atau seseorang yang belajar di perguruan tinggi.

namun jika kita memaknai “mahasiswa” sebagai subjek pembeljar saja, amatlah sempit pemikiran kita, sebab meski ia di ikat oleh suatu definisi study, akan tetapi memiliki perluasan makna mengenai eksistensi dan peran yang di mainkan oleh nya. kemudian pada perkembangan selanjutnya, “mahasiswa” tidak lagi d artikan hanya sebatas subjek pembelajar (study), akan tetapi ikut mengisi definisi learning.

to be cotinue………;-)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s